Looking for U.S.A version of PARENTS.com? Click Here


Bergabung bersama kami di facebook
baby mom ad

Mencintai Musik
Menanamkan kecintaan anak terhadap musik adalah pekerjaan mudah. Jika Anda memulai sejak dini dan melakukannya dengan cara yang asik, si kecil pasti menyukai setiap irama lagu.

Apakah Anda menyadari bahwa mata si bayi bersinar setiap kali Anda memutar CD yang akrab di telinganya atau menyanyikan lagu sebelum tidur? Bagi anak, musik lebih dari sekadar hiburan. Begitu banyak riset yang membuktikan bahwa ritme dan melodi membantu perkembangan memori, imajinasi, kemampuan berbahasa, dan kemampuan argumentasi. Lagu juga bisa menenangkan anak dengan cara menekan tingkat hormon pemicu stres. Cukup soal teori. Hal yang terbaik: Musik adalah media sempurna untuk mempererat hubungan anak dengan Ibu dan Ayah.

Bayi. Kesan pertama
Musik membantu Anda berkomunikasi dengan si bayi, membuat dia merasa aman, sekaligus menenangkan.
Bernyanyilah. Jangan khawatir soal nada Anda yang sumbang: Bayi menyukai suara Anda terutama jika Anda melibatkan kontak mata.
Sesuaikan dengan suara bayi. Ketika bayi Anda bergumam, tirukan suaranya dan gubah ke dalam bentuk musik. Bayi yang sudah lebih dewasa mungkin akan mulai menirukan melodi “ahhhs” dan “babas” yang Anda perdengarkan.
Tandai waktu dengan musik. Ciptakan lagu sederhana sebagai penanda waktu mandi, tidur siang, atau waktu makan. Struktur itu akan membangun kenyamanan pada keseharian si bayi.
Biarkan dia menciptakan bunyi-bunyian. Berikan pengocok telur atau rattle sehingga bayi bisa mengkreasikan bunyi-bunyian sendiri.
Libatkan dalam gerakan. Menggoyangkan anak di atas pangkuan Anda sambil mendendangkan lagu berima akan membantu dia mengasah keseimbangan. Selain itu, tepuk-tepuk kaki si kecil mengikuti irama lagu untuk mengembangkan kepekaan terhadap ritme.
Mari berdansa. Putar lagu berirama salsa, rock, hip-hop -atau jenis musik apapun yang Anda suka- sambil Anda berayun, berputar, dan melangkah sambil menggendong bayi.

Batita. Mengenal irama
Lagu-lagu riang dan permainan musikal (seperti The Hokey-Pokey dan Open, Shut Them) menambah perbendaharaan kata batita, mengajarkan dia untuk terlibat dalam tugas sederhana (coba nyanyikan It’s Time to Clean Up), dan membantu dia menyelaraskan tubuh dan pikiran secara harmonis.
Ikutkan dalam kelas. Sertakan anak Anda ke dalam kelompok bermain musik. Kelas yang bagus menggunakan musik untuk membuat anak menari, melompat, dan bergerak aktif.
Kreasi bunyi. Beri dia benda keras dan ramah anak untuk dia mainkan (seperti sendok kayu dan panci ringan). Biarkan dia membenturkan, mengetuk, dan mengesekkan obyek hingga mengeluarkan bunyi dengan variasi tinggi-rendah, volume, dan panjang-pendek.
Tambah terus koleksi lagu. Anak usia ini menyukai lagu dengan akhiran mengejutkan (seperti Pop Goes the Weasel). Mereka juga suka lagu yang membangun ingatan, seperti Old McDonald dan Bingo -dan mungkin sudah mulai tertarik mendendangkan lagu itu pada usia 2 tahun.
Kombinasikan lagu. Begitu anak Anda sudah paham irama, selipkan lirik atau frase yang salah (misalnya mengakhiri lagu Row, Row, Row Your Boat dengan lirik Life is but ice cream). Dia akan merasa tertantang (dan terkekeh) untuk membetulkan lirik Anda.
Saksikan pertunjukan langsung. Ajak anak menonton konser penyanyi anak, dimana tidak seorangpun keberatan dia berkeliling ruangan sambil mendengarkan lagu.

Balita. Mulai menciptakan musik
Berikan sebanyak mungkin kesempatan bagi anak untuk bergerak dan bergoyang, dan tanyakan emosi yang dia rasakan saat mendengarkan berbagai jenis musik.
Minta dia mengikuti irama. Tepuk paha atau perut Anda untuk menciptakan bunyi ritmik, lalu biarkan si balita meniru gerakan Anda. Anda juga bisa mengetuk meja atau membenturkan dua piring plastik layaknya simbal.
Ciptakan adegan. Putar musik klasik, lalu minta anak memeragakan adegan sesuai nuansa lagu. Dia mungkin akan berperan menjadi penunggang kuda (di tengah irama stanza cepat) lalu berpura-pura tidur (saat irama lagu melambat).
Beri pengalaman. Izinkan anak menyentuh dan bereksperimen dengan berbagai instrumen musik -baik yang berukuran normal maupun ukuran anak-anak- untuk memancing ketertarikannya. Perhatikan cara-cara dia “memainkan” gitar (menepuk, menarik senar, mengetuk), dan tanyakan bagaimana alat itu bisa digunakan untuk menghasilkan bunyi yang membuat orang melompat atau berjingkat.
Bermain “bisikkan dan teriakkan”. Ajak si balita untuk menyanyikan sebuah lagu dalam dua cara –pertama jika dia adalah sosok yang kecil dan pemalu, kedua jika dia seorang raksasa yang penuh energi. Dua pendekatan yang berbeda itu akan membantu dia mempertebal kepercayaan diri dalam hal kemampuan bernyanyi.
Terjemahkan gambar. Minta anak untuk mewarnai atau menggambar, lalu gunakan alat musik mainan atau benda apapun yang bisa menghasilkan suara untuk menerjemahkan gambar ke dalam musik.
Kenalkan dasar bermusik. Datangi konser anak-anak muda sehingga anak Anda bisa mencari tahu bahwa berbagai alat musik bisa dimainkan bersamaan. Jika panggung di-setting ramah anak (dan jika diberi izin oleh musisi), biarkan anak naik ke atas panggung setelah konser berakhir agar dia bisa melihat instrumen dari jarak dekat.

Usia sekolah. Ini musikku
Begitu si kecil memasuki sekolah dasar, dia punya selera musik tertentu –dan dia sudah siap untuk mulai belajar memainkan instrumen musik.
Perluas cakrawala musik. Ekspos anak terhadap berbagai jenis musik (reggae, New Age, klasik) untuk memperluas cakrawala dan membantu dia mengembangkan selera musik.
Dengar suaranya. Minta anak bernyanyi untuk Anda atau  -jika dia malu- bernyanyilah bersama anak. Temukan hal positif untuk dipuji (“Mama suka suara kamu yang jernih”) sehingga dia tidak lagi merasa malu terhadap suaranya.
Libatkan diri Anda. Ketika anak mulai memainkan instrumen, singkirkan telepon genggam Anda dan perhatikan baik-baik saat dia berlatih. Dorong dia untuk tetap fokus, dan lontarkan pujian spesifik (“Mama perhatikan kamu memegang tongkat biola dengan kuat –bagus sekali!”).
Beri dia kebebasan. Tetapkan jadwal rutin bermain musik, tapi biarkan dia memutuskan jenis latihan yang dia inginkan pertama kali (misalnya peletakan jari dan tangga nada).
Fokus pada peningkatan, bukan kesempurnaan. Dorong anak untuk mencapai sedikit demi sedikit peningkatan sehingga dia bisa merasakan kemampuannya semakin terasah. Tanyakan, “Bisakah kamu bertahan pada not itu satu detik lebih lama?” atau “Berikutnya, bisakah kamu memainkan satu tangga nada tanpa jeda?”
Biarkan dia menciptakan musiknya sendiri. Beri kesempatan pada anak untuk membuat komposisi lagu sederhana sementara Anda mencatat atau merekam rangkaian not ciptaannya. Simpan hasil karya itu di dalam buku khusus atau komputer Anda agar anak punya catatan karya ciptaannya.

Narasumber pakar: Mike Blakeslee, deputi senior direktur eksekutif The National Association for Music Education; Lynn Kleiner, pendiri sekaligus direktur Music Rhapsody, program musik bagi anak usia dini di California selatan; Lili Levinowitz, PhD, direktur riset pada Center for Music and Young Children di Princeton, New Jersey; Sister Patricia St. John, EdD, pendiri sekaligus direktur eksekutif di Corondelet Music Center di Latham, New York; Philip Sheppard, pemain cello dan penulis Music Makes Your Child Smarter.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Cover


berlangganan

EDISI CETAK 2009
EDISI CETAK 2008
EDISI CETAK 2007

Caught On Camera

audrey.jpg
Lolita.jpg

© Parents Indonesia
Mahaka Media | All Rights Reserved