Looking for U.S.A version of PARENTS.com? Click Here

Quick Tip

Belum ditemukan bukti yang mengatakan bahwa anak lelaki yang bermain boneka akan tumbuh menjadi feminin.
 

10 Alasan Menelepon Dokter, Sekarang!
Apakah si kecil benar-benar sakit sehingga Anda harus memanggil dokter di tengah malam? Kami akan membeberkan kapan Anda harus menelepon dokter segera, tak peduli waktunya.
Suatu sore ketika putriku, Madeline masih berusia 4 tahun, urin yang dikeluarkannya tiba-tiba berubah warna merah jambu. Teringat akan sebuah artikel yang pernah kubaca mengenai penyakit ginjal yang mengancam nyawa, aku panik dan menelepon dokter anak. Dokter segera menjawab dan bertanya kembali padaku apakah sebelumnya Madeline meminum cairan berwarna merah dalam jumlah banyak. Tentunya, karena sore itu putriku datang ke sebuah pesta ulang tahun dan minum beberapa gelas fruit punch. Walaupun aku merasa lega karena Madeline tidak benar-benar sakit, aku merasa malu. Yang jelas, aku bisa membayangkan si dokter pasti tertawa terbahak-bahak setelah menutup teleponku.

Memutuskan kapan waktu yang tepat untuk mengganggu dokter memang bisa membuat bingung. Anda tidak ingin terdengar seperti seseorang yang pencemas, tapi Anda juga tidak ingin melewatkan keadaan darurat. Jika Anda benar-benar mengkhawatirkan si kecil, menelepon dokter adalah langkah yang selalu lebih baik. Adalah hal yang biasa bagi dokter anak untuk ditelepon tengah malam. Kenyataannya, para dokter mengatakan bahwa banyak orang tua yang tidak mengenali situasi medis yang serius. Berikut ini adalah 10 gejala yang bila terjadi berarti Anda harus sesegera mungkin menelepon dokter anak Anda.

1. DEMAM PADA BAYI
Bila bayi Anda berusia 2 bulan atau lebih muda lagi, dan temperaturnya lebih dari 38 derajat Celsius, bisa jadi dia lebih sakit daripada kelihatannya. Satu perkecualian untuk aturan ini adalah bila si kecil sebelumnya baru saja divaksin dan mengalami demam rendah dalam 36 jam. Bayi yang masih kecil biasanya tidak banyak menunjukkan gejala, tapi infeksi bakteri serius bisa berkembang dengan cepat karena sistem daya tahan tubuhnya masih belum matang, ujar Sue Hubbard, MD, seorang dokter anak di Dallas. Orang tua seringkali berasumsi bahwa bayi mereka hanya flu, tapi biasanya flu tidak menyebabkan demam pada usia ini. Dokter akan segera memeriksa bayi yang demam secepatnya, tapi jika ini terjadi di tengah malam, mungkin dokter akan mengirim Anda ke IGD.

2. BATUK TERUS MENERUS
Ketika si kecil mulai batuk dengan keras sehingga napasnya berbunyi atau tidak bisa berhenti, dia mungkin sedang mengalami serangan asma dan membutuhkan pengobatan. “Penyakit dengan virus bisa menyebabkan gejala asma pada setiap anak, bahkan jika ini terjadi di waktu singkat,” kata Mary Ellen Renna, MD, dokter anak di Woodbury, New York. Tentunya jika si kecil sudah mendapatkan diagnosa menderita asma, Anda sebaiknya menyediakan inhaler atau alat penyemprot di rumah. “Namun Anda harus memanggil dokter bila si kecil sudah menggunakan obat-obatannya dan batuknya belum juga kunjung mereda dalam 20-30 menit,” tambah Dr. Renna.

Jika anak terbangun di tengah malam dengan batuk yang terdengar seperti suara anjing laut, itu berarti dia batuk disertai sesak napas, yang masih bisa diobati sendiri. Bawalah dia ke kamar mandi, nyalakan air panas dari shower, dan duduklah bersamanya di tengah uap kamar mandi. Jika ia masih juga batuk, udara sejuk bisa menolongnya. Jadi bawalah dia keluar rumah di malam yang dingin, atau bisa juga dengan membuka pintu freezer kulkas dan berdiri di depannya. Salah satu langkah tersebut bisa jadi membuat batuknya mereda, tapi Anda harus memanggil dokter secepatnya bila dia terlihat susah bernapas (tulang rusuknya naik turun seiring dengan tarikan napasnya, hidungnya kembang kempis, atau dia terengah-engah ketika mencoba menarik napas. “Ini adalah tanda-tanda kesulitan bernapas, dan dokter mungkin akan menyarankan untuk membawanya ke rumah sakit,” kata dr. Renna. Bila si kecil terbatuk-batuk sangat keras sehingga wajahnya membiru, segera telepon nomor darurat.

3. RUAM BINTIK MERAH DENGAN DEMAM
Jika si kecil mengalami ruam yang tampak seperti bintik merah kecil dan juga demam, bisa jadi dia mengalami infeksi bakteri serius seperti meningitis. Bintik-bintik ini, disebut sebagai petechiae, akan tetap berwarna bahkan jika Anda menekannya. (Ruam lainnya akan cenderung jadi berwarna pucat jika ditekan, baru setelah itu akan berwarna lagi.) Seorang anak bisa menderita petechiae (tanpa demam) setelah sering batuk atau muntah, atau merasa sakit ketika pergi ke kamar mandi. Pada kasus-kasus tersebut, ruam mungkin disebabkan pecahnya pembuluh kapiler, tapi Anda sebaiknya menelepon dokter di pagi hari.

4. MUNTAH TERUS MENERUS
Jika si kecil muntah berulang-ulang –bahkan ketika sudah tidak ada lagi yang bisa dimuntahkan- ini bisa disebabkan karena keracunan makanan atau usus yang terbelit. Teleponlah dokter sesegera mungkin jika si kecil memuntahkan darah dan terlihat disorientasi. Keadaan juga dinyatakan darurat jika bayi Anda memuntahkan proyektil berwarna kuning kehijauan. Bisa jadi ini merupakan gejala pyloric stenosis, cacat bawaan yang butuh operasi.

5. PINCANG DISERTAI DEMAM ATAU TIDAK BISA MENGGERAKKAN TUNGKAI
Bila si kecil tidak bisa berdiri di satu kaki dan tiba-tiba demam, mungkin dia mengalami infeksi serius di dalam lutut atau tulang sendinya. “Dia perlu untuk diperiksa secepatnya karena infeksi ini bisa merusak tulang sendi jika tidak diberikan antibiotik IV dalam 48 jam,” papar Lewis Krata, MD, seorang dokter anak dari Saint Vincent’s Catholic Medical Center di New York. “Biasanya yang sering terjadi adalah si anak tampak tidak terlalu sakit di hari ini, tapi keesokan harinya dia demam tinggi dan merasa sangat kesakitan di tulang sendinya.
Jika si kecil benar-benar tidak bisa menggerakkan pergelangannya, kaki, atau bahu, mungkin saja bagian tersebut retak. Hubungi dokter secepatnya. Dokter mungkin akan menyuruh Anda ke IGD untuk melakukan rontgen. Adalah hal yang sangat penting untuk segera membawanya ke dokter jika si kecil masih berusia di bawah 2 tahun.

6. KEPALA TERBENTUR
Bila si kecil terbentur kepalanya dan tidak sadar, hubungi nomor darurat secepatnya, lalu juga dokter Anda. Namun jika ia hanya menangis setelah jatuh, Anda mungkin tidak tahu harus khawatir atau tidak. Jika ia muntah lebih dari sekali, terlihat  mengantuk, disorientasi, atau keluar cairan bening dari hidung atau telinganya, hubungi dokter sekarang juga, kata Dr. Renna. Anda juga harus memeriksa dari dekat kepala si kecil. Walaupun luka besar pada dahinya tampak menakutkan, sebenarnya lukanya lebih serius lagi jika ia terbentur pada sisi kepalanya. Jika tengkorak kepalanya tampak agak peyot, bisa jadi merupakan tanda retak.

7. FESES YANG ANEH
Jika feses bayi Anda tampak seperti jeli anggur atau currant, mungkin dia mengalami kondisi serius yang disebut intusepsi, dimana isi perut bayi ‘kusut’. Di sisi lain, diare yang berdarah bisa mengindikasikan keracunan makanan atau bakteri gastroenteritis, dan dokter Anda mungkin ingin melakukan tes untuk menemukan beragam infeksi bakteri dan parasit yang mungkin terjadi.

8. KELOPAK MATA BENGKAK DAN SAKIT, DISERTAI DEMAM
Mata anak yang bengkak karena gigitan serangga atau tanaman gatal adalah hal yang wajar, tapi jika disertai demam, mungkin si kecil terkena orbital cellulitis, infeksi sinus serius yang berlanjut dalam bagian tulang wajah tempat mata bernaung, ujar penasihan Parents, Ari Brown, penulis buku Baby 411. Pertama perhatikan apakah kelopak mata si kecil berwarna merah dan bengkak, tapi dalam beberapa jam, seluruh matanya akan mulai membesar dan dia akan kesulitan menggerakkannya. Penanganan dengan antibiotik IV harus dilakukan segera dan dia perlu dirawat di RS.

9. SAKIT PERUT LEBIH DARI 2 JAM
Bila sakitnya semakin menjadi ketika si kecil meloncat-loncat ataupun ketika dia hanya bergerak di atas tempat tidurnya, bisa jadi ini merupakan usus buntu. “Ketika terjadi infeksi pada usus, urat pada perut bayi meradang,” ujar Dr. Renna. “Bergerak dan meloncat membuat perutnya menyentuh jaringan tipis dan menambah rasa nyeri.” Pada usus buntu, nyeri seringkali dimulai seputar pusar dan menetap di bagian kanan bawah perut.  

10. SIKU YANG NYERI SEKALI
Jika Anda memegang tangan si kecil dan dan dia menarik tangan satunya lagi ketika Anda menarik yang sebelahnya, Anda bisa membuat tangannya mengalami dislokasi –kondisi menyakitkan yang disebut sebagai nursemaid’s elbow. Lengannya akan tergantung pincang, dan ia tidak mau menggerakkannya. Ini yang paling sering terjadi pada batita, tapi juga bisa terjadi pada anak berusia sampai 6 tahun. Dokter anak bisa membuat siku anak Anda kembali ke posisinya, tapi adalah hal yang sangat penting untuk segera memanggil dokter sebelum sikunya membengkak.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Archive

Cover


berlangganan

EDISI CETAK 2009
EDISI CETAK 2008
EDISI CETAK 2007


FEATURED ARTICLE
Meningkatkan Imunitas
Bayi Lahir Caesar


© Parents Indonesia
Mahaka Media | All Rights Reserved