Si kecil tentu menggemaskan, tapi mungkin Anda akan menemukan sesuatu yang aneh terjadi padanya di bulan-bulan pertama. Jangan panik. Cek panduan kami untuk mengatasi 5 keanehan yang biasa terjadi pada bayi.
Kekhawatiran: si kecil yang berusia 4 minggu memiliki banyak jerawat. Penyebab: Jerawat bayi biasanya muncul di pipi, namun bisa menyebar ke bagian kulit lain dan bahkan mencapai punggungnya. Cara Natterson, MD, seorang dokter anak dari Los Angeles, menjelaskan, “Bayi Anda terpapar hormon di dalam kandungan. Hormon ini akan menempel pada tubuhnya selama beberapa minggu dan kemudian mulai berangsur menghilang. Saat tingkat hormon berfluktuasi, jerawat itu datang dan pergi.” Jerawat ini akan hilang ketika usia bayi mencapai 8 sampai 12 minggu. Yang Bisa Dilakukan: Menurut Jennifer Walker, RN, salah satu penulis The Moms on Call Guide to Basic Baby Care, jangan gunakan sabun atau losion pada wajahnya kecuali dianjurkan oleh pakar kesehatan. Jangan juga dipencet atau dikelupas, karena akan menyebabkan luka permanen.
Kekhawatiran: Kepala bagian belakang bayi Anda datar (usia 6 minggu). Penyebab: Sindroma kepala datar atau plagiocephaly, kerap ditemui karena bayi ditidurkan terlentang untuk mencegah sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS). Tengkoraknya yang masih lunak dan bertahan hanya di satu posisi tertentu membentuk kepalanya menjadi datar. Yang Bisa Dilakukan: Plagiocephaly tidak berbahaya di beberapa bulan pertama. Berikan saja ia cukup waktu untuk tengkurap ketika terbangun agar kepalanya kembali ke bentuk yang lebih natural. Anda juga bisa mencoba dengan memberi variasi gendongan di lengan dan alternatif posisi yang lain sehingga ia bisa menggerakkan kepalanya dengan cara yang berbeda. Jika bentuk datarnya tidak juga hilang dalam beberapa minggu, dokter mungkin akan menyarankan pelindung kepala khusus untuk dikenakan oleh si bayi, karena plagiocephaly bisa menjadi permanen jika tidak segera diperbaiki.
Kekhawatiran: Anda melihat titik putih halus di bagian dalam pipi atau bibir bawah si kecil (2 bulan). Penyebab: Thrush -sejenis infeksi jamur pada mulut- adalah yang paling umum terjadi pada bulan-bulan pertama. Jamur tumbuh dengan mudah di mulut bayi karena area itu gelap, basah, dan hangat. Tapi sekali ia mengalaminya, sistem kekebalan tubuhnya akan bekerja sehingga resiko terkena lagi di masa mendatang akan lebih kecil, ujar Melanie Mouzoon, M.D., dokter anak dari Kelsey-Seybold Clinic di Houston. Yang Bisa Dilakukan: Jika Anda menyusui, baik Anda maupun si bayi harus diobati, karena thrush bisa menyebar pada mulut bayi dan puting susu. “Bayi Anda perlu obat anti jamur untuk mulut, dan Anda juga mengoleskan krim anti jamur pada puting susu,” ujar Walker. Selama diobati, Anda bisa tetap melanjutkan proses menyusui.
Kekhawatiran: Kulit kepala bayi saya (3 bulan) berminyak dan mengelupas. Penyebab: Biasa disebut sebagai cradle cap, dan muncul di area mana pun tumbuhnya rambut, termasuk alis. Kelihatannya tidak nyaman, tapi ini normal, ujar Dr. Natterson. “Saat kulit berubah kering, kelenjar minyak di batang rambut menghasilkan minyak untuk melumasi kulit,” ujarnya. “Ini memakan waktu sejenak bagi kulit untuk menemukan kelembaban yang seimbang.” Bayi Anda akan terlihat memiliki ketombe yang berminyak. Yang Bisa Dilakukan: solusi terbaik ada adalah minyak zaitun. Baurkan minyak di area kulit kepala, diamkan selama 10 sampai 15 menit, kemudian bilas. Untuk menjaga kulit yang mengelupas itu tetap aman, Walker menyarankan untuk menuang sampo bayi di atas sisirnya saat mandi, celupkan ke air, dan gosok kepalanya secara lembut dengan gerakan memutar.
Kekhawatiran: Lendir keruh terdapat di sekitar mata dan bulu mata si kecil (4 bulan). Penyebab: Umumnya terjadi karena penyumbatan saluran air mata. Saluran-saluran kecil ini berada dari sudut dalam mata bawah sampai ke lubang sinus dan bisa tertutup lendir. Ini biasa terjadi di beberapa bulan pertama. Bisa muncul dan hilang di sepanjang tahun pertama. Namun jika mata terlihat merah dan teriritasi, periksalah ke dokter anak, mungkin ia terkena konjugtivitis yang menular (pinkeye). Yang Bisa Dilakukan: Gunakan jari kelingking (pastikan kuku Anda bersih dan pendek) dan tekan ke tulang hidung bayi persis di samping matanya. Pijat lembut dengan gerakan memutar yang cukup kuat sebanyak 3 sampai 4 kali sehari. Gunakan handuk hangat untuk membersihkan cairan yang keluar. Untuk beberapa kasus, Walker menyarankan mengoleskan petroleum jelly tipis-tipis di bagian bulu mata saat tidur.
MENGHADAPI RUAM POPOK Walaupun tidak berbahaya, diaper rash (ruam popok) adalah hal yang paling sering terjadi selama tahun pertama. Kebanyakan ruam popok disebabkan oleh iritasi dan terlihat seperti titik-titik merah atau pink. Hubungi dokter bila jadi berjerawat, bergelembung cairan, menimbulkan keropeng, atau mengelupas, karena bisa jadi itu jamur atau infeksi bakteri. Ikuti tips kami untuk menghadapi bermacam ruam popok. - Ganti popok bayi Anda secara teratur, terutama setelah ia buang air besar. - Keringkan pantat bayi dengan handuk saat Anda selesai mengganti popoknya. - Ganti pembersihnya dengan air, kapas, dan sabun yang lembut sampai kulitnya sembuh. - Gunakan krim khusus ruam popok yang mengandung zinc untuk kulit iritasi. Jika itu adalah infeksi bateri atau jamur, dokter anak Anda akan menyarankan krim anti bakteri atau anti jamur.
HILANGKAN ANCAMAN SIDS Bila menidurkan bayi dalam posisi terlentang sering dijadikan alternatif untuk menghindari terjadinya SIDS, William Sears, MD, dokter spesialis anak yang telah berpraktik lebih dari 30 tahun menyarankan untuk menjaga suhu agar tidak terlalu panas. 1. “Usahakan agar bayi berada dalam lingkungan yang hangat dan nyaman, tapi jangan biarkan ia merasa kepanasan,” ujar Sears. Lingkungan yang terlalu panas, dapat merusak pengaturan neurologis kontrol kegiatan tidur dan bernapas pada bayi. 2. Pastikan agar kepala bayi tidak tertutup, dan ia tidak tidur dalam posisi miring bersandar pada pipi ataupun tengkurap dengan perutnya. Ini dapat menyebabkan bayi merasa lebih cepat kepanasan. Dokter penulis buku The Baby Book ini juga menambahkan, “Selain itu, jangan menyelimuti bayi yang sedang demam dengan berlebihan”. |
|
|
Archive
|
|
|