Looking for U.S.A version of PARENTS.com? Click Here


Bergabung bersama kami di facebook
baby mom ad

Bayi Bersih dan Sehat
Sepuluh jari tangan, sepuluh jari kaki –dan 20 kuku termungil yang pernah Anda lihat. Hidung pesek, telinga imut, simpul tali pusar dan luka sunat yang masih segar, wajarlah bila Anda merasa sedikit cemas. Meski Anda telah membaca semua buku tentang bayi, mungkin Anda masih bertanya-tanya tentang cara menangani bagian-bagian tubuh bayi yang paling sensitif. Kuasai hal-hal terpelik tentang kebersihan bayi dengan tip-tip berikut ini.

KOTORAN TELINGA

Aturan #1: Jangan pakai cotton bud. Jadi, bagaimana membersihkan telinga? Biasanya kami sarankan para orang tua untuk tidak mengutak-atik kotoran telinga sama sekali,” ujar David Stevens, MD, asisten profesor bidang kesehatan anak di Albert Einstein College of Medicine, New York City. “Kotoran telinga tidak mengganggu anak, tidak mengakibatkan infeksi telinga dan tidak akan mempengaruhi pendengarannya.” Kotoran telinga adalah substansi normal dan membantu menjaga kuman serta benda asing tidak memasuki bagian dalam telinga. Pada saatnya, kotoran itu akan keluar sendiri, entah Anda melihatnya atau tidak.
Tip cepat: Basuh telinganya setiap hari dengan waslap hangat. Jangan memasukkan apapun ke dalam kanal telinga karena bisa merusak gendang telinga.

HIDUNG TERSUMBAT
Bayi tidak bisa membuang ingus sendiri, dan mereka kesulitan bernapas lewat mulut pada bulan-bulan pertama. Yang rumit adalah, bayi yang baru lahir mudah mengalami hidung tersumbat. Masukkan bulb syringe, alat isap dari plastik yang digunakan di rumah sakit. Gunanya untuk mengisap lendir dari hidung bayi. “Tapi sebelum menggunakan bulb syringe, tanyakan kepada diri Anda sendiri, ‘Apakah keadaan ini mengganggu dia, atau justru saya,’” kata Laura Jana, MD, salah seorang penulis Heading Home with Your Newborn: From Birth to Reality. Secara alami, suara napas bayi terdengar ribut, tapi Anda akan tahu apakah dia terganggu bila dia sulit tidur atau susah makan.
Tip cepat: Tahan bulb di telapak tangan dengan ujung pipet di antara jari tengah dan telunjuk. Gunakan jempol Anda untuk mengeluarkan udara, kemudian, masih dengan ibu jari menekan ke bawah, masukkan ujung pipet sekitar ½-1 cm ke dalam hidung. Perlahan lepaskan jempol Anda untuk menarik lendir. Lalu semprotkan lendir ke tisu dan biarkan bayi Anda bernapas dulu sebelum mengisap lendir di lubang hidung lain. Batasi proses ini 2-3 kali sehari. Jika berlebihan bisa mengakibatkan membran pernapasan menjadi bengkak dan meningkatkan penyumbatan. Mintalah dokter Anda untuk meresepkan tetes saline untuk mengencerkan lendir sebelum penyedotan.

Jangan pakai obat flu untuk mengatasi hidung tersumbat, obat itu kerap tidak bekerja dan bisa berbahaya.



TALI PUSAR
“Selama bertahun-tahun, standar merawat tali pusar adalah dengan alkohol,” kata Debbie Thompson, praktisi keperawatan bidang kesehatan anak di Children’s Medical Center, Dallas. Kemudian, studi Journal of Obstetrics, Gynecologic, & Neonatal Nursing menemukan bahwa alkohol tidak memberi keuntungan, dan jika dibiarkan tanpa alkohol, tali pusar justru akan lepas 2-3 hari lebih cepat.
Tip cepat: Biarkan simpul tali pusar bersih dan kering, tapi jangan panik jika tiba-tiba basah. Usap saja dengan kain bersih perlahan-lahan. Lipat popok ke bawah untuk menghindari tekanan dan meningkatkan aliran udara, dan hubungi dokter jika simpul mengeluarkan bau, lembek, atau masih menempel setelah 3 minggu.

KUKU PANJANG
Sebagian bayi sudah siap untuk manicure pertama begitu lahir. Cara paling aman adalah menggunakan kikir atau pemotong kuku khusus untuk bayi. “Jangan pernah memakai gunting kuku Anda atau gunting kuku orang dewasa,” kata Thompson. “Kuku bayi yang baru lahir setipis tisu sehingga bisa saja kulit jarinya turut tergunting jika Anda menggunakan gunting kuku orang dewasa.”
Tip cepat: Kikir kuku bayi untuk menghaluskan ujung-ujung yang tajam. Jangan coba menyobek atau menggigit kukunya. “Risikonya, Anda akan melepas lebih banyak dari yang seharusnya, mengakibatkan perih dan kemungkinan infeksi,” kata Thompson. Sebaiknya, gunting atau kikir kuku saat bayi sedang tidur. Jadwalkan untuk menggunting kukunya seminggu sekali.

LUKA SUNAT
Perbedaan teknik sunat membutuhkan penanganan berbeda. Teknik yang paling umum melibatkan penggunaan Plastibell atau Gomco. “Bicaralah dengan orang yang menyunat bayi Anda untuk mencari tahu cara mengatasi luka ini,” kata Thompson.
Tip cepat: Bila bayi Anda disunat dengan Plastibell, Anda akan melihat adanya cincin plastik di sekitar kepala penisnya. Biarkan saja karena cincin itu akan jatuh dalam seminggu sampai 10 hari. Jika tidak ada cincin, oleskan petroleum jelly atau salep antibiotika tiap kali mengganti popok dalam 24-48 jam pertama untuk melindungi penis dan mengurangi tekanan. Kepala penis akan tetap merah dan bengkak selama 4-5 hari. Sekitar hari ke-3, lapisan berwarna kuning akan terbentuk. Ini normal. Hubungi dokter Anda bila melihat pendarahan atau tanda-tanda infeksi (misalnya semakin memerah, bengkak, panas, atau bernanah). 

Cara Mengukur Suhu Lewat Dubur

Suka atau tidak, termometer rektal adalah standar terbaik untuk bayi di bawah usia 1 tahun. Termometer telinga, termometer berbentuk empeng, forehead strip, bahkan termometer ketiak tidak begitu akurat. Pembacaan suhu bisa bervariasi dari 0,5 sampai 1 derajat, dan hasilnya bisa berbeda. “Demam pada bayi bisa sangat gawat,” kata Dr. David Stevens. “Anda tentu ingin benar-benar akurat.”
Mengukur suhu melalui dubur tidaklah sulit. “Mintalah dokter anak Anda untuk menunjukkan caranya,” saran Dr. Laura Jana. “Lebih baik bertanya sekarang ketimbang saat Anda panik karena tubuh anak panas tinggi dan dia muntah.” Termometer digital sekarang lebih lembut, ujungnya fleksibel, dan menampilkan hasil dalam hitungan detik. Cukup balurkan petroleum jelly atau pelumas berbahan air lalu di bagian ujung, lalu masukkan sedalam 1-2 cm (posisi mengganti popok adalah posisi ideal). Tahan termometer dengan menekan kedua bokong bayi hingga muncul angka petunjuk suhu. Hubungi dokter bila suhu anak lebih dari 38 derajat C atau di bawah 36 derajat C

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Archive

Cover


berlangganan

EDISI CETAK 2009
EDISI CETAK 2008
EDISI CETAK 2007

Caught On Camera

bryant.jpg
celine.jpg

© Parents Indonesia
Mahaka Media | All Rights Reserved