Taman bermain, restoran dan kebun binatang dapat menjadi zona berkumpulnya kuman. Inilah cara-cara melindungi anak Anda.
ZONA BERBAKTERI: Taman Bermain. Menurut sebuah penelitian, taman bermain di kota Anda memiliki kuman lebih banyak dibandingkan dengan WC umum. Kenapa? “Kamar kecil lebih sering dibersihkan,” kata Kelly Reynolds, PhD, seorang peneliti dan lektor kepala di Arizona College of Public Health, di Tucson. “Tapi semua peralatan yang ada di taman bermain hampir tidak pernah dibersihkan.” Kuman berbahaya, seperti yang bersemayam pada ingus anak-anak, dapat bertahan selama beberapa hari. Kotak pasir juga menjijikkan karena tupai dan burung meninggalkan kotoran di dalamnya. Ini dapat mengakibatkan sakit perut dan infeksi kulit pada anak-anak yang masih muda. AGAR TETAP AMAN: Tergoda untuk membersihkan peralatan di taman bermain dengan pembersih kuman? Jangan khawatir. Mustahil Anda bisa menghindari semua kuman. Sebagai gantinya, ajarkan anak Anda untuk tidak menyentuh mulut, hidung, atau mata ketika berada di taman bermain, dan bersihkan tangannya dengan gel pembersih tangan yang mengandung alkohol sebelum meninggalkan taman. Apabila Anda mempunyai kotak pasir di belakang rumah, tutupilah ketika Anda tidak menggunakannya.
ZONA BERBAKTERI: Kolam bola. Area bermain tertutup yang memiliki bola-bola pastik di dalamnya, yang populer di tempat main anak-anak maupun restoran cepat saji, adalah salah satu tempat terkotor yang mungkin dijelajahi anak Anda. “Anak-anak dengan popok bocor bermain di dalamnya. Selain itu, kolam bola tersebut jarang dibersihkan,” kata Dr. Reynolds. Kotoran anak dapat mengandung E.coli, rotavirus, dan Salmonella. Semua virus ini dapat menyebabkan muntah dan diare. Anak kecil juga bisa menyebarkan kuman itu ke bola dengan tangan dan kaki mereka. AGAR TETAP AMAN: Apabila Anda memutuskan untuk mengunjungi kolam bola, beritahu si kecil untuk mencuci tangannya sebelum dan sesudah bermain.
ZONA BERBAKTERI: Ruang tunggu dokter anak. Jangan terkecoh dengan bau antiseptik. Keberadaan pasien-pasien kecil yang sedang sakit (khususnya selama musim batuk dan pilek), ruang tunggu tak ubahnya seperti piring petri virtual. Kemudian, ada juga si dokter yang sibuk. Apabila dia lupa mencuci tangan setelah memeriksa setiap pasiennya, dia bisa menularkan virus kepada anak Anda. AGAR TETAP AMAN: Minta anak mencuci tangannya sebelum pergi ke dokter, sehingga kecil kemungkinan dia bisa menyebarkan kuman ke anak yang lain. Jika dia hanya perlu check up, tanyakan apabila ada ruang tunggu bagi anak yang sehat (dengan kadar kuman yang kemungkinan jauh lebih rendah). Bawa serta mainan dan buku sendiri sehingga dia tidak tergoda untuk bermain dengan anak yang sedang sakit. “Anak yang semula sehat tapi kemudian menjadi sakit di ruangan dokter tentu merupakan hal terakhir yang Anda inginkan,” kata Andrew Nowalk, MD., PhD., asisten profesor bidang kesehatan anak di University of Pittsburgh School of Medicine. Bertanya kepada dokter dan suster apabila sudah mencuci tangan sebelum menyentuh anak Anda adalah hal yang sangat dianjurkan. “Itu hal yang pintar, bukan kasar,” ujar Dr. Nowalk. “Saya berharap para orang tua lebih sering bertanya kepada saya.”
ZONA BERBAKTERI: Air keran. Menurut penelitian di sebuah sekolah dasar yang diadakan NSF Internasional, organisasi kesehatan dan keamanan yang sifatnya nirlaba yang berkantor di Ann Arbor, Michigan, air keran mengandung lebih banyak kuman berbahaya jika dibandingkan tempat duduk toilet umum. Anak-anak biasanya menyentuh keran dengan jari atau mulut. Tindakan ini bisamenyebarkan kuman kepada orang selanjutnya yang akan minum. Virus demam dan pilek bisa hidup pada metal sampai dengan lima jam. AGAR TETAP AMAN: Ajarkan anak untuk menjauhkan bibir (dan jari) dari keran dan tunggu sampai air mengalir beberapa detik sebelum menyesapnya. “Itu dapat membantu menjauhkan organisme jahat yang menempel,” kata Robert Donofrio, kepala laboratorium mikrobiologi di NSF Internasional. Anda juga bisa membawa botol minum secara terpisah untuk memastikan hanya anak Anda yang minum dari botol itu. ZONA BERBAKTERI: Kebun Binatang. Tempat ini telah dihubungkan dengan wabah virus E. coli selama beberapa tahun terakhir. Tidak sulit untuk mengetahui penyebabnya, yaitu binatang ternak selalu berbaring sembarangan, dan bekas-bekas kotoran yang menempel di bulu ataupun air liur bisa menempel di tangan, bahkan mulut anak dengan mudahnya. AGAR TETAP AMAN: Jangan ajak anak di bawah umur 3 tahun ke kebun binatang (jika Anda membawanya, biarkan dia melihat tetapi jangan menyentuh). “Tidak peduli seberapa sering Anda memperingatkan dia, anak yang masih kecil cenderung suka memasukkan jari ke dalam mulut,” Dr. Nowalk menjelaskan. Bahkan anak yang lebih besar harus diingatkan untuk tidak menyentuh mulut setelah memberi makan binatang serta untuk menggunakan gel pembersih tangan berbahan alkohol setelah mereka selesai menyentuh atau memberi makan hewan tersebut.
ZONA BERBAKTERI: Pegangan pada kereta belanja. Karyawan supermarket dan para pengunjung selalu menyentuh pegangan kereta belanja ini, dan menyebarkan kuman yang ada. Apabila darah dari daging mentah menempel di pegangan tersebut, Anak anda bisa menelan kuman berbahaya, termasuk E. coli, Salmonella, dan Campylobacter. AGAR TETAP AMAN: Bersihkan pegangan kereta dengan cairan anti bakteri sebelum menaruh anak Anda ke dalam kereta. Jika Anda membeli sarung pelapis kereta belanja, ingatlah bahwa benda ini juga dapat membawa kuman (kuman bahkan bertahan lama pada kain daripada plastik pegangan kereta). Jadi, Anda harus mencucinya secara rutin.
ZONA BERBAKTERI: Museum anak. Tombol-tombol yang anak Anda tekan untuk mengaktifkan pameran elektronik di museum sebenarnya sudah ditekan lusinan tangan mungil yang lain. Ini menjadikan tombol-tombol tadi tak ubahnya pengantar kuman. Tangga berjalan dan tombol pada mesin penjual otomatis juga banyak mengandung kuman. AGAR TETAP AMAN: Beritahu anak untuk tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut selama di museum. Anda tidak perlu mengganggu waktu dia bersenang-senang dengan menjauhkan dia dari pameran interaktif tersebut. Tapi, pastikan dia mencuci tangan atau memakai cairan pembersih tangan setelah itu.
ZONA BERBAKTERI: Kursi tinggi khusus anak. Restoran bisa saja ramah kepada anak-anak, tetapi bukan berarti tempat itu bebas kuman. Kemungkinan kursi tempat Anda mendudukkan balita Anda belum dibersihkan sejak anak terakhir menggunakannya. Kursi tinggi yang Anda miliki di rumah juga belum tentu bersih. Karena kuman biasanya bersemayam di sudut-sudur dan celah-celah rumah yang tidak bisa Anda jangkau. AGAR TETAP AMAN: Bawalah kain penutup kursi ke restoran atau gunakan obat pembasmi kuman pada kursi tersebut. Bersihkan kursi anak di rumah setiap kali sehabis makan dengan semprotan pembasmi kuman dan lap kertas (Spons yang biasa Anda gunakan untuk membersihkan piring atau untuk mengelap meja dapat mengandung kuman berbahaya). Pertimbangkanlah untuk mendapatkan kain penutup yang terbuat dari plastik anti bakteri yang bisa membunuh kuman.
ZONA BERBAKTERI: Keyboard komputer. Menurut penelitian NSF, ada lebih banyak kuman di keyboard komputer sekolah dibandingkan pada pegangan pintu. Karena pegangan pintu digosok setiap hari, sedangkan keyboard jarang (bahkan tidak pernah) dibersihkan. AGAR TETAP AMAN: Ajarkan anak Anda untuk menutup mulut ketika bersin dan membuang ingus menggunakan tisu, jadi kecil kemungkinan dia menyebarkan kuman pada keyboard dan mouse komputer. Di rumah, minta dia mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan komputer. Lap keyboard dengan menggunakan kain disinfektan seminggu sekali dan kapan saja ketika orang yang sedang pilek memakainya.
ZONA BERBAKTERI: Binatang peliharaan. Jilatan kasih sayang dari kucing atau anjing peliharaan tidak membuat anak Anda sakit. Tetapi mereka bisa memindahkan bakteri berbahaya melalui kotoran pada bulu dan cakarnya. AGAR TETAP AMAN: Apabila anak menyentuh hewan peliharaannya sebelum makan, pastikan dia mencuci tangannya. Mandikan anjing Anda setidaknya seminggu sekali. Bersihkan pintu rumah dari kuman secara rutin, karena disanalah sarang kuman yang berasal dari cakar peliharaan Anda. |
|
|
|
|
|