|
Panduan bagi Orang Tua Panik |
Apakah Anda membayangkan yang terburuk ketika anak Anda mengeluh sakit atau bersin? Bahkan gejala sepele sekalipun bisa mengubah ibu yang rasional menjadi ratu melodrama. Inilah cara menghentikan perasaan tertekan dan membuat anak merasa lebih baik.
Gejala mengerikan: Anak Anda merasakan sakit perut yang amat sangat Di pikiran Anda: Radang usus buntu! Kemungkinannya hanya: Anak mengalami diare dan demam. Kondisi ini bisa membuat perut terasa sakit. Jangan langsung membeli obat untuk sakit perut yang dijual bebas, karena beberapa jenis obat yang mengandung aspirin bisa mengakibatkan kondisi berbahaya pada anak-anak yang disebut Reye’s syndrome. Bantu anak agar merasa lebih nyaman, yakni dengan meletakkan heating pad (semacam alat penghangat badan untuk meredakan sakit) di bagian bawah perutnya dan beri dia 1 atau 2 ons air setiap 10 atau 15 menit agar terhindar dari dehidrasi. Kapan harus khawatir: Kemungkinan anak mengalami radang usus buntu jika perutnya nyeri karena kram yang dimulai dari area pusar dan semakin memburuk saat sakit menjalar ke perut bagian kanan bawah. Kemungkinan dia akan muntah dan mengalami demam. Tetapi, dia tidak akan mengalami diare atau buang air karena area ususnya bengkak. “Salah satu cara terbaik untuk mengetahui apabila itu adalah radang usus buntu yakni dengan meminta anak melompat,” kata Ari Brown, MD, penasihat PARENTS dan salah seorang penulis Toddler 411. “Anak yang mengalami radang usus buntu tidak bisa melompat karena rasa sakit yang tak tertahankan.” Radang usus buntu perlu ditangani segera, jadi lekaslah ke UGD.
Gejala mengerikan: Anak Anda batuk terus selama beberapa minggu Di pikiran Anda: Pasti asma! Kemungkinannya hanya: Ada masalah di saluran pernapasan. Apabila si kecil pilek dan hidungnya masih tersumbat selama 10 hari atau lebih, kemungkinan ada infeksi sinus, khususnya jika anak demam. Cairan postnasal (lendir yang keluar dari lubang hidung bagian belakang) bisa mengganggu kerongkongan dan mengakibatkan batuk. Tetapi jika batuk anak semula kering lalu menjadi basah, mungkin dia menderita bronkitis dan harus segera dibawa ke dokter. Bronkitis sering disebabkan oleh virus, jadi Anda tak perlu membeli antibiotika. Cukup dengan istirahat, banyak minum serta obat penghilang rasa sakit, anak bisa merasa lebih baik. Bronkodilator juga bisa membantu memperluas jalur udara. Anda mungkin tergoda untuk mengandalkan obat batuk sirup yang dijual bebas. Tetapi obat ini seringkali tak menolong, malah bisa mengakibatkan efek samping yang berbahaya bagi anak di bawah 2 tahun. Gunakan tetes hidung saline dan tempatkan pelembab udara (cool-mist humidifier) di kamar tidur anak untuk mengencerkan lendirnya, kata Ken Haller, MD., lektor kepala bidang kesehatan anak di Saint Louis School of Medicine. Kapan harus khawatir: Anda bisa mencurigai gejala sebagai asma jika batuk anak terdengar kering dan terputus-putus, terjadi hanya pada situasi tertentu (olahraga dan udara dingin adalah pemicu paling umum), atau jika dia mengalami masalah pernapasan (misalnya napas berdengik, lubang hidung terasa panas serta napas pendek adalah gejala adanya tekanan pada saluran pernapasan yang lekas membutuhkan perhatian medis). Asma memiliki hubungan genetis yang kuat, jadi, Anda perlu curiga apabila ada riwayat asma dalam keluarga. Jika dibiarkan, asma bisa merusak paru-paru anak. Segera temui dokter anak Anda untuk mendapatkan diagnosa.
Gejala mengerikan: Anak Anda tidak buang air besar selama beberapa hari dan perutnya tampak bengkak Di pikiran Anda: Ususnya tersumbat. Orang bisa mati karenanya! Kemungkinannya hanya: Masalah sembelit biasa. “Ketika saluran fesesnya tidak bergerak, maka ususnya bisa terisi dengan feses, ini dapat membuat perutnya tampak bengkak,” kata Dr. Brown. Sembelit adalah masalah umum pada batita. Ini kerap terjadi ketika anak berpindah dari susu formula atau ASI ke susu sapi dan ketika dia sedang berlatih menggunakan toilet (potty training). Banyak anak yang takut menggunakan toilet dan memegangnya. Hal ini bisa membuatnya bertambah sakit dan mengalami kesulitan buang air besar. Anak yang sembelit kemungkinan akan sering buang angin dan menolak makan. Cara mengatasinya? Beri dia buah, bahkan beberapa ons prune atau jus apel sehari bisa membantu, sayur, cairan, atau gandum murni. Jika dia tidak buang air besar kurang lebih dalam seminggu, hubungi dokter anak Anda. “Tanyakan apabila penggunaan pelunak feses yang bisa diberi lewat mulut (oral stool softener) atau laksatif bersamaan dengan serat dalam jumlah banyak serta air akan membantu,” kata Dr. Brown. Kapan harus khawatir: Apabila perut si kecil benar-benar bengkak dan terasa sakit, atau anak Anda tidak buang air besar dalam beberapa hari atau justru mengeluarkan kotoran yang hitam dan seperti jelly, disertai muntah, Anda perlu segera membawanya ke UGD. Ini adalah tanda usus tersumbat yang terjadi ketika ususnya terbelit. Dia butuh segera dioperasi.
Gejala mengerikan: Anak Anda mengeluh karena sering pusing Di pikiran Anda: Jangan-jangan tumor otak? Kemungkinan hanya: Pusing. Hidung tersumbat bisa menekan saraf, jadi infeksi sinus atau alergi kerap menjadi penyebab. Amati gejala umum seperti hidung berair, mata sembab dan gatal, serta cairan postnasal kronis. “Anak-anak usia sekolah juga bisa mengalami pusing karena tegang, atau mereka bilang bahwa mereka pusing agar tak perlu sekolah,” kata Dr. Brown. Apabila anak Anda tidak merasa sakit di akhir pekan atau selalu sakit selama pelajaran matematika, Anda sudah mendapatkan jawabannya. Tangani akar dari sakit kepala untuk menghindarkannya muncul lagi di lain waktu dan gunakan obat penghilang rasa sakit seperti asetaminofen agar lekas sembuh. Kemungkinan lain adalah, anak Anda mengalami migrain, yakni sakit kepala yang kadangkala mengakibatkan mual atau masalah penglihatan. Migrain tidak umum muncul sampai anak berusia 9 atau 10 tahun, atau anak usia 3 atau 4 tahun tidak diimunisasi, khususnya jika anggota keluarga mudah mengalami migrain. Beri dia penghilang rasa sakit dan biarkan dia beristirahat di kamar yang gelap, lalu temui dokter anak Anda. Tidak lumrah bagi anak usia 5 atau 6 tahun mengalami sakit kepala, jadi jangan acuhkan hal ini. Kapan harus khawatir: Sekalipun tumor otak jarang terjadi, tapi bukan berarti tidak mungkin. Satu hal yang patut diperhatikan adalah, “Sakit kepala yang dihubungkan dengan tumor otak kerap kali parah dan bisa membangunkan anak dari tidur karena berbaring akan meningkatkan tekanan ke otak,” kata Gary Emmet, MD., kepala bidang kesehatan anak di Thomas Jefferson University, Philadelphia. Anak Anda mungkin juga akan mengeluhkan kesulitan penglihatan serta mengalami masalah keseimbangan dan koordinasi. Jika ini terjadi, lekaslah temui dokter anak Anda.
Gejala mengerikan: Putri Anda terus-menerus merasa ingin buang air kecil Di pikiran Anda: Dia diabetes! Kemungkinan hanya: Vaginitis, yang disebabkan membasuh dubur terlalu keras atau tidak tepat. Ketika kulit di sekitar vagina terluka, maka proses keluarnya air seni akan terasa sakit. “Putri Anda mungkin hanya akan mengeluarkan sedikit air seni karena terasa sakit,” Dr. Brown menjelaskan. “Saluran kemihnya selalu penuh, jadi dia harus selalu mengosongkannya.” Untuk meredam rasa sakit di kulit, minta anak Anda berendam di air hangat. Lindungi area sekitar vagina dengan petroleum jelly sehingga proses keluarnya air seni menjadi terasa lebih nyaman. Infeksi saluran kemih juga bisa memicu anak ingin terus membuang air kecil. Periksa gejala seperti demam, rasa nyeri saat buang air kecil, buang air kecil dalam jumlah sedikit, serta aroma air seni yang tidak enak. Penyebab umum adalah kebiasaan membasuh dubur yang tidak benar serta menahan air seni. Temui dokter anak Anda yang bisa meresepkan antibiotika untuk membunuh bakteri penyebab. Kapan harus khawatir: Apabila anak Anda buang air seni dalam jumlah banyak, berat badannya turun, selalu merasa lelah dan sangat kehausan, kemungkinan dia mengalami diabetes tipe 1. “Ketika anak mengalami diabetes tipe 1, proses buang air kecil tidak terasa sakit, tapi air seni yang keluar banyak dan warnanya hampir transparan,” kata Dr. Haller. Jika anak Anda mengalami gejala-gejala ini, temui dokter anak Anda untuk melakukan skrining.
Gejala mengerikan: Anda melihat ada bongkahan daging di selangkangan putra Anda Di pikiran Anda: Jangan-jangan kanker! Kemungkinan hanya: Hydrocele, yakni kantung berisi cairan di sekitar testikel. Ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Pada kenyataannya, 1 dari 10 bayi laki-laki terlahir dengan hydrocele dan biasanya benda ini hilang dengan sendirinya saat anak berusia 1 tahun. Mungkin juga anak Anda mengalami hernia, yakni ketika bagian usus menjorok keluar melalui wilayah yang lemah di dinding perut menuju ke arah skrotum dan bisa terjadi selama masa perkembangan janin. Anak perempuan bisa mengalami hernia juga sekalipun masalah ini lebih umum di anak laki-laki. Hernia terasa lembut dan Anda mampu mendorongnya kembali ke dalam perut. Anak Anda akan membutuhkan operasi tapi tak perlu terburu-buru, kecuali area itu terasa sangat nyeri dan merah, karena ini berarti hernia sudah tak bisa diapa-apakan. Bongkahan daging ini juga bisa kelenjar getah bening yang membesar, khususnya jika terletak di area pertemuan antara kaki dengan batang tubuh. “Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem imun, jadi, kapanpun anak mengalami radang atau infeksi, bahkan yang sepele sekalipun seperti luka goresan atau gigitan serangga, kelenjar getah bening akan membengkak demi melindungi tubuh,” kata Dr. Brown. Ketika infeksi usai, bongkahan ini pun akan hilang. Kapan harus khawatir: Apabila bongkahan ini terasa keras dan tak bisa digerakkan. Bisa jadi ini tumor, meski Anda tak perlu langsung panik. Kanker di selangkangan bayi sangat jarang terjadi. Leukimia juga bisa mengakibatkan kelenjar getah bening di selangkangan membengkak. Tetapi, Anda juga bisa melihat bengkak ini di leher dan ketiak, seiring dengan turunnya berat badan dan kulit memucat. Terlepas dari semua penyebab, Anda harus memeriksakan bongkahan daging apapun ke dokter anak.
|
|
|
Archive
|
|
|