Looking for U.S.A version of PARENTS.com? Click Here


Bergabung bersama kami di facebook
baby mom ad

Tipe Batita
Kenali temperamen si kecil. Dan kembangkan yang terbaik dari pribadinya.


Oleh Allison Winn Scotch

    Kebanyakan orang tua menyadari bahwa anak adalah pribadi yang unik sejak dilahirkan, dan para ahli setuju: “Anak mempunyai beberapa temperamen bawaan,” kata Jonathan Pochyly, PhD, psikolog anak dari Children’s Memorial Hospital, Chicago. “Banyak anak yang sejak awal, misalnya, tergolong pemalu. Namun bukan berarti Anda tidak bisa membantu mengarahkan dan membentuk perilakunya.” Faktanya, banyak cara agar anak merasa nyaman dan menyadari potensinya. Berikut adalah empat tipe kepribadian yang umum dimiliki anak. Lalu temukan cara mengasah kualitasnya itu (dan perilakunya!).

TIPE PENYENDIRI
Anak Anda yang pemalu mungkin cemas menghadapi lingkungan yang asing maka ia cenderung menjadi pengamat ketimbang pelaku. Karena si kecil agak sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru, beri dia waktu untuk membiasakan diri.

Cara mengembangkan potensinya:
•    Biarkan dia bersandar pada Anda. Saat bertemu orang baru, peluklah si kecil dan bicaralah dengan suara yang menenangkan.
•    Lakukan perlahan. Anak tipe ini tidak suka dicium oleh kerabat jauh. Jika memungkinkan, katakan bahwa si kecil bisa sedikit “terbuka” jika ditawari mainan kesukaannya.
•    Kombinasikan rasa baru dengan rasa yang dia kenal. “Tipe anak yang menarik diri biasanya sulit mencoba makanan baru,” kata Claire Lerner, direktur pemberdayaan orang tua di Zero to Three, organisasi riset dan pendidikan nirlaba di Washinton, D.C. Beri dia sesuatu yang dia kenal, seperti saus apel agar dia bisa mencelupkan makanan baru itu ke dalam saus.
•    Persiapkan dia. Jika Anda bermaksud ke suatu tempat baru, beritahukan si kecil tentang itu. Misalnya, di sana ada hewan kesayangannya, kakak, mainan favoritnya – semakin dia banyak tahu, semakin nyaman perasaannya.
•    Hargai gayanya. Tidak semua anak harus bisa cepat bergaul. Tak ada salahnya anak “hanya” punya segelintir sahabat dan lebih senang menyendiri. Jadi jangan dipaksa, dan jangan membuat si kecil minder. Ikutlah bersamanya mengamati sekelilingnya tanpa memaksa dia bergabung di dalamnya.

TIPE ZEN
Ini seperti mimpi menjadi kenyataan. Pembawaannya tenang, mengalir, dan senantiasa positif. Namun tidak selamanya berjalan mulus. Kemungkinan, lebih sulit menarik perhatiannya, dan dia masih butuh banyak waktu dan kasih sayang.

Cara mengembangkan potensinya:
•    Tekankan perilaku positif. Jangan lupa memberi apresiasi saat dia berbuat baik. Jika dia melihat kakaknya yang bandel mendapat banyak perhatian, dia bisa meniru kenakalan itu untuk menarik perhatian Anda.
•    Tawarkan bantuan. “Anak yang tenang bisa kerepotan menghadapi konflik,” kata Lerner. “Jadi, dia harus tahu bahwa dia bisa minta bantuan Anda.”
•    Tetaplah realistis. Anak tipe Zen bisa mengalami tantrum dan bertingkah, sama seperti anak yang lain. Jangan bersikap terlalu keras kepadanya.
•    Perhatikan sinyal dari dia. “Jika anak Anda terlalu tenang, terkadang kita mengabaikan kebutuhan dan perasaannya,” kata Lerner. Hanya karena dia tidak mengungkapkan perasaannya, bukan berarti dia tidak bisa kecewa.
•    Libatkan diri Anda dalam permainannya. Orang tua kerap membiarkan anak asik sendiri. Anak tipe ini tampak mandiri, namun tidak belajar interaktif. Pastikan Anda memberi dia banyak pilihan –mulai dari makan malam hingga mainan– dan coba membuka percakapan.

TIPE ENERGIK
Riang, energik, dan menghibur. Dia juga bisa heboh hingga Anda tahu jika ada sesuatu yang membuat dia tidak senang.

Cara mengembangkan potensinya:
•    Antisipasi ledakan. Jika dalam situasi tertentu dia pernah meraung-raung, itu bisa terjadi kembali di lain kesempatan. Contohnya, bila dia enggan berbagi mainan dengan teman, alihkan perlahan dari mainannya itu dan libatkan dalam permainan kelompok.
•    Jaga ketenangan. Si kecil yang energik mudah terstimulasi. Jika Anda merasa ia sudah kelelahan, redupkan lampu dan putar musik yang menenangkan.
•    Beri arahan yang jelas. Anak bisa menjadi impulsif. “Jika Anda ingin agar dia mendengarkan dengan baik, merunduklah dan lakukan kontak mata,” saran Laurie LeComer, penulis A Parent's Guide to Developmental Delays.
•    Nikmati energinya! Tipe anak yang tidak bisa diam ini memiliki semangat yang tinggi, mesra, dan kreatif. Mereka butuh cara yang sehat untuk mengungkapkan perasaannya.

TIPE PETUALANG     
Dia sosok yang menjelajah taman bermain, menghampiri apapun yang tertangkap mata. Tipe anak ini sangat percaya diri dan berpotensi untuk memimpin. Tapi, karena tidak memiliki rasa takut, dia bisa terjerumus ke dalam situasi yang tidak aman.

Cara mengembangkan potensinya:
•    Perlakukan si petualang seperti anak dewasa. Biarkan dia menggunakan obyek “orang dewasa” seperti sikat gigi, remote control, atau telepon – dan beri pujian jika bisa menggunakan dengan benar.
•    Buat pengecualian. “Anak pemberani cenderung mandiri, dan itu sangat baik,” kata Harvey Karp, MD, penulis The Happiest Toddler on the Block. “Terkadang, dengan membiarkan bermain lebih lama di taman, misalnya, dia akan merasa Anda mengerti dan tidak menentang keinginannya.” Jadi, sesekali buatlah pengecualian untuk peraturan tertentu.
•    Perlu tidur siang. Besar kemungkinan dia tidak mau tidur karena asik bermain. Ingat, anak yang kelelahan akan lebih sulit dikendalikan dan ditenangkan.
•    Jangan monoton. Petualang bergerak secara konstan karena dia begitu antusias dan belajar melalui pergerakan. Maka hindari aktivitas pasif seperti menonton televisi.
•    Jadikan rumah sebagai taman bermain. Setelah rumah Anda dilengkapi perangkat pengaman bagi batita (hal ini mutlak dilakukan, tanpa memandang karakter anak), biarkan dia bereksplorasi dengan membuat menara pandang dari tumpukan bantal, menyusun kotak sereal kosong, atau bermain petak umpet.
 
< Sebelumnya
Cover


berlangganan

EDISI CETAK 2009
EDISI CETAK 2008
EDISI CETAK 2007

Caught On Camera

sabrina.jpg
Lolita.jpg

© Parents Indonesia
Mahaka Media | All Rights Reserved