Pastikan rumah Anda aman dari kuman, virus dan pemicu alergi yang bisa membuat si kecil sakit. Kami berikan panduan lengkap seputar keamanan anak di setiap bagian rumah!
Kamar Bayi/ Kamar Tidur
- Cuci seprai setidaknya satu kali semingggu dengan cara direndam di air panas. Cuci segera jika seprai ternoda oleh muntahan atau kotoran lain. Gunakan cairan pembersih (bleaching) untuk mencuci jika bayi Anda sedang sakit atau baru saja sembuh.
- Jangan membiarkan hewan peliharaan tidur di kasur anak Anda. Bulu hewan adalah magnet bagi kuman dan pemicu alergi.
- Alasi meja untuk mengganti popok si kecil (baby taffel) dengan kain bersih dan ganti setiap beberapa hari sekali.
- Lap baby taffel menggunakan desinfektan sekali seminggu atau lebih jika Anda kurang bisa menjaga kebersihan saat mengganti popok si kecil.
Kamar Mandi
- Bersihkan wastafel, meja tempat menaruh peralatan mandi, dan dudukan toilet setidaknya sekali seminggu dengan desinfektan.
- Gunakan sikat gigi dengan warna yang berbeda untuk setiap anggota keluarga agar tidak sampai tertukar. Jarak antar sikat gigi setidaknya 2 cm agar tidak saling bersentuhan.
- Segera ganti sikat gigi si kecil saat ia baru sembuh dari sakit.
- Gunakan cairan pembersih (bleaching) sekali seminggu untuk membersihkan mainan yang biasa dibawa si kecil saat mandi seperti bebek karet.
- Segera jemur handuk basah. Handuk basah di kamar mandi merupakan lahan potensial bagi kuman untuk berkembang biak.
Dapur
- Selalu cuci tangan Anda dan si kecil -jika ia membantu Anda- dengan sabun dan air hangat yang mengalir sebelum menyiapkan makanan. Setelah selesai menyiapkan makanan, cuci kembali tangan sebelum makan.
- Sering-seringlah mencuci kain yang Anda gunakan untuk mengelap peralatan makan. Saat tidak digunakan, jemur agar tetap kering dan tidak lembab. Ganti spons atau sabut pencuci piring setidaknya satu kali dalam sebulan.
- Gunakan pisau yang berbeda untuk memotong daging mentah atau unggas dan untuk memotong buah-buahan dan bahan pangan lain. Jika Anda menggunakan pisau yang sama, cuci dulu dengan cairan pencuci piring dan air panas sebelum Anda memakainya untuk memotong buah-buahan.
Ruang Bermain/ Ruang Keluarga
- Ajari si kecil untuk selalu mencuci bersih tangannya sebelum bermain, apalagi jika ia akan bermain dengan teman-teman yang lain dan akan berbagi mainan (lihat “Yuk Mencuci Tangan”).
- Gunakan cairan pembersih desinfektan setidaknya satu minggu sekali untuk mengelap permukaan benda yang sering disentuh anak seperti meja bermain atau meja belajar, pegangan pintu, kotak penyimpanan mainan.
- Cuci mainan berbahan plastik dengan air sabun setiap kali Anda sempat. Saat mainan berbulu si kecil mulai terlihat berdebu atau kotor, bawa ke binatu atau cuci di mesin cuci dengan pengaturan hot cycle.
Tahukah Anda bahwa 80% penyakit yang disebabkan oleh kuman ditularkan melalui sentuhan tangan.
YUK MENCUCI TANGAN Mencuci tangan sesering dan sebersih mungkin adalah cara yang tepat untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Tip di bawah ini bisa membantu Anda menjadikan acara mencuci tangan sebagai aktivitas rutin bagi si kecil.
- Ajari anak untuk tidak hanya sekadar mencuci tangan tapi untuk mencucinya dengan bersih. Caranya: ia harus mencuci tangannya dengan durasi dua kali menyanyi lagu “Panjang Umurnya.”
- Anak sebaiknya mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, sesudah bersin, sesudah menggunakan toilet, bermain di luar rumah, atau sesudah bermain dengan hewan peliharaan.
- Ajari anak cara mencuci tangan yang benar. Gosok mulai dari bawah sela-sela kuku, diantara jemarinya, dan juga pada punggung tangan.
- Pilih sabun yang menghasilkan banyak busa atau sabun wangi sehingga rutinitas mencuci tangan menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi si kecil.
GAYA HIDUP SEHAT Ajari anak untuk mengikuti aturan berikut ini.
- Selalu gunakan tisu untuk membuang ingus, saat batuk atau bersin; lalu buang segera tisu tersebut di tempat sampah dan cuci tangan. Jika saat itu tisu sedang jauh dari jangkauan, ajari anak untuk bersin ke arah bagian dalam siku atau ke arah bahu agar kuman tidak menyebar ke seluruh ruangan.
- Jangan mencelupkan makanan dua kali. Jika Anda atau si kecil sudah menggigit keripik atau camilan lainnya, jangan mencelupkannya kembali ke dalam mangkuk saus. Jangan pula gunakan sendok yang sudah Anda masukkan ke dalam mulut untuk menyendok makanan yang harus Anda bagi bersama-sama (misalnya botol selai cokelat).
- Jangan pernah makan makanan yang sudah terjatuh di lantai. Meskipun makanan tersebut belum terongok selama dua detik di lantai, bukan berarti kuman belum berhasil masuk ke dalam makanan.
- Jangan berbagi gelas, peralatan makan, minuman kemasan, atau tisu dengan anak-anak yang lain.
APAKAH KITA PERLU BAKTERI? Ada beberapa kontroversi seputar penggunaan sabun antibakteri dan cairan sanitasi lainnya. Yang dikhawatirkan adalah penggunaan sabun ini justru akan membuat kuman menjadi imun. “Kita sebenarnya tidak perlu membunuh semua kuman yang menempel di tangan dan tubuh anak setiap harinya. Beberapa dari kuman ini justru membantu melindungi tubuh anak dari penyakit yang ditimbulkan bakteri jahat dan membantu anak mengembangkan sistim imunitas di tubuhnya,“ ujar Marcy Kelly, PhD, Lektor Kepala Biologi di Pace University, di New York City. “Menggunakan sabun biasa dan air bersih sudah cukup untuk menghilangkan bakteri jahat.” Dr. Kelly merekomendasikan penggunaan gel atau cairan antibakteri (yang mengandung setidaknya 62% alkohol) hanya saat si kecil sedang bepergian dan tidak memungkinkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air. Pastikan gel tersebut mengering terlebih dahulu sebelum si kecil boleh memasukkan tangan ke mulut atau menyentuhkannya ke area sekitar mata. |
|
|
Archive
|