Aubrey Cichelli tahu benar betapa penting menabung untuk mengantisipasi situasi sulit. Tapi, mengetahui dan melakukan adalah dua hal yang berbeda. Cichelli dan suaminya tidak pernah menyisihkan dana cadangan. Beberapa bulan yang lalu, tes kehamilan Cichelli menunjukkan hasil positif.
Pasangan dari Salt Lake City ini punya bayi usia 15 bulan. “Rasanya senang sekali akan tambah satu anak lagi, tapi waktunya terlalu cepat,” begitu pengakuan Cichelli. “Kami baru beli rumah dan saya baru pindah kerja. Sementara di perusahaan yang ini, kalau cuti hamil tidak dibayar.” Sekarang Cichelli dan suaminya mau tak mau harus menabung, bahkan harus bekerja keras untuk dapat mencukupi kebutuhan keluarganya kelak.
Masalahnya, banyak keluarga berada dalam situasi finansial serupa. Dari 71 persen orang Amerika yang meyakini pentingnya mempunyai dana cadangan, hanya 44 persen yang benar-benar merealisasikannya, begitu menurut survey mutakhir Bankrate.com. Dan, kebanyakan orang memang tidak siap jika timbul kebutuhan yang mendesak. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan HSBC Bank menemukan bahwa 40 persen orang Amerika hanya menabung untuk keperluan hidup satu bulan atau kurang. Para ahli mengatakan bahwa Anda harus menabung untuk keperluan sekurangnya 3-6 bulan. Kelihatannya memang berat namun Anda harus mengamankan keuangan keluarga.
Untuk memulai, coba periksa anggaran keluarga dan hitunglah biaya hidup selama 3-6 bulan jika tanpa penghasilan. Susun daftar pengeluaran: cicilan, kebutuhan dapur, asuransi mobil, dan pengeluaran tetap lainnya. Kemudian, buat daftar pengeluaran yang sifatnya sekunder seperti untuk hiburan dan hadiah. Jadi, Anda akan tahu besaran dana cadangan yang harus disisihkan dan anggaran apa saja yang masih bisa dipangkas.
Jika Anda baru mau menyiapkan dana cadangan, buka satu lagi rekening bank. Pisahkan rekening dana cadangan dari tabungan, dan jangan minta kartu ATM. “Dengan begitu, Anda tidak akan tergoda mengorek dana cadangan tersebut,” kata Eric Gelb, seorang akuntan di St. Peters, Missouri. Langkah cerdas lainnya: mintalah kantor Anda memisahkan langsung dana cadangan dari gaji dan mengirimkannya ke rekening yang berbeda.
Jika dana cadangan Anda telah mencapai jumlah tertentu, pindahkan uangnya ke tabungan dengan bunga yang lebih tinggi tapi likuid agar dapat ditarik setiap saat tanpa dikenai penalti atau biaya lain. Dua pilihan yang menarik adalah investasi di pasar uang atau deposito jangka pendek, 3 atau 6 bulan, kata Alan Weiss, perencana keuangan di Woodbridge, Connecticut. Hindari menempatkan dana cadangan ke dalam saham, surat berharga, atau reksadana. “Pilih yang berisiko kecil,” kata Gelb. “Lindungi dana ini sehingga tetap tersedia ketika dibutuhkan.”
Untuk mengumpulkan dana cadangan, jangan mendapatkannya dari pinjaman, seperti pinjam dari dana pensiun: saat kehilangan pekerjaan, Anda harus membayarnya kembali dengan cepat atau membayar penalti.
Intinya, menyiapkan dana cadangan perlu disiplin dan pengorbanan tapi hasilnya juga sepadan. Anda akan merasa lebih tenang karena secara finansial siap menghadapi kondisi darurat.
Menabung itu Gampang
Berikut ini lima pengeluaran yang bisa dipangkas.
Saluran televisi kabel Anda selalu bisa berlangganan kembali begitu dana cadangan sudah terkumpul.
Pulsa telepon Apakah biaya pulsa ponsel Anda melebihi Rp 500 ribu per bulan? Gunakan kartu telepon prabayar sesuai batas anggaran Anda. Di rumah, gunakan jasa telekomunikasi yang lebih murah atau biasakan untuk membatasi waktu pembicaraan.
Hadiah Batasi anggaran untuk keperluan yang satu ini. Anda harus lebih kreatif karena tak selalu harus yang mahal.
Hiburan Pinjam saja VCD atau DVD, dan buku dari teman atau kerabat.
Tagihan dari bank Anda menggunakan kartu ATM yang membebankan iuran? Tersiksa akibat bunga tagihan? Membayar bunga kartu kredit yang tinggi? Tinggalkan kebiasaan ini. Jika Anda mesti menggunakan kartu kredit, pilih yang menawarkan cash back di toko tempat Anda sering berbelanja.
KONDISI YANG MENGURAS DANA Kadang kita berada dalam situasi yang bukan benar-benar darurat namun tetap saja menguras simpanan uang di bank. Apa saja jenis pengeluaran yang sering mendesak itu? * Ban mobil gundul, harus beli ban baru * Pompa air rusak berat, terpaksa beli yang baru * Sakit gigi, perawatan saraf gigi tidak bisa ditunda * Bermalam di unit gawat darurat * Atap rumah bocor, harus diperbaiki |
|
|
Archive
|