Begitu si kecil berusia 4 bulan, Anda mungkin mulai mengurangi ASI atau susu formula. Tapi, ini bukan berarti anak akan langsung bisa makan dengan rapi. Dapur Anda akan penuh dengan aneka makanan bayi, celemek dan perabotan lainnya. Pada jam makan, bukan hanya tumpahan makanan yang berserakan di lantai, mungkin saja sendok plastik akan melayang bagai pesawat terbang. Tidak perlu stres; dengan sedikit kesabaran, Anda maupun si kecil akan cepat bisa mengatasi situasi ini. |
|
Baca Selanjutnya...
|
|
Kehamilan bisa merepotkan secara fisik maupun mental. Tak hanya tubuh Anda yang mengalami begitu banyak perubahan, tapi rasa sakit sedikit saja sudah cukup membuat Anda panik. Tenang, kata para ahli. “Perlu diingat bahwa kebanyakan ibu-ibu hamil baik-baik saja,” kata Bruce Flamm, MD, dokter ahli kandungan di Riverside, California. |
|
Baca Selanjutnya...
|
|
|
Dalam beberapa kasus, sakit merupakan bagian dari tumbuh kembang seorang anak. Bukankah kita semua terlahir ke dunia dengan sistem kekebalan tubuh yang belum matang? Lambat laun, anak mematangkan sistem kekebalan tubuhnya dengan memerangi datangnya virus, kuman, maupun organisme lain yang seolah datang silih berganti. Itulah sebabnya banyak dokter anak beranggapan bahwa enam sampai delapan kali pilek, beberapa kali mengalami flu atau infeksi telinga ringan dalam setahun adalah hal normal. Akan tetapi, ada kebiasaan-kebiasaan sehat yang bisa Anda adopsi demi meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Kami perinci tujuh cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh si kecil. |
|
Baca Selanjutnya...
|
|
|
Jika anak Anda masih berusia 2 atau 3 tahun, tak akan mengherankan jika Anda harus mengejar dia dulu keliling rumah sebelum berhasil memandikannya. Sebenarnya, anak pada usia ini ingin menunjukkan bahwa mereka bisa mandiri. Mereka sudah cukup siap untuk menjalankan tugas-tugas kecil. Dengan demikian, Anda bisa mengambil kesempatan untuk mengenalkan beberapa kebiasaan baik demi menjaga kebersihan badan. |
|
Baca Selanjutnya...
|
|
|
Meningitis tergolong penyakit serius dan bisa mengakibatkan kematian. Penderita meningitis yang bertahan hidup akan menderita kerusakan otak sehingga lumpuh, tuli, epilepsi, retardasi mental. |
|
Baca Selanjutnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 Next > Akhir >>
|
| Hasil 31 - 40 dari 42 |