Kehamilan di Atas Usia 35 Tahun

Usia rata-rata pernikahan di Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Dampaknya, usia rata-rata ibu pun baru ikut naik. Sekitar 11 persen bayi yang lahir di AS setiap tahunnya memiliki ibu berusia di atas 35 tahun. Namun, berdasarkan hasil penelitian terbaru, perempuan yang menunda untuk memiliki anak ternyata menghadapi beberapa risiko kehamilan di antaranya: ketidaksuburan dan keguguran, kelahiran prematur dan bayi lahir dalam keadaan tak bernyawa, gestational diabetes, komplikasi perdarahan, gangguan hipertensi kehamilan, operasi caesar, kelainan kromosom pada bayi, dan terhambatnya pertumbuhan janin.

Mengetahui risiko seperti itu apa yang bisa Anda lakukan? Yang pasti, semua perempuan harus memantau kesehatan reproduksinya. Jika usia Anda lebih dari 35 tahun, ikuti pedoman di bawah ini untuk membantu memastikan kondisi terbaik untuk kehamilan Anda.

Ambil Tindakan Pra Kehamilan

Minum vitamin pra kehamilan yang mengandung 400 mikrogram (0,4 miligram) vitamin B dan asam folat  dapat membantu mencegah bayi cacat tabung saraf seperti spina bifida, suatu kondisi di mana jaringan yang melalui sumsum tulang belakang bayi tidak menutup.

Konsultasi dengan Dokter

Lakukan perawatan kesehatan secara teratur. Jika Anda berencana untuk hamil lakukan pemeriksaan pra kehamilan. Dokter pasti akan membantu Anda dengan vitamin kehamilan yang terbaik. Dia juga akan menjawab pertanyaan seputar diet kehamilan, latihan kehamilan yang aman, dan faktor-faktor lingkungan yang harus Anda hindari selama sembilan bulan mengandung. 

Mewaspadai Penyakit-penyakit Kronis

Pastikan Anda bebas dari masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Pastikan juga dokter Anda mengetahui Anda punya keingan kuat untuk hamil dan minta saran untuk membantu tubuh selalu dalam kondisi prima.

Periksa Berat Badan

Turunkan berat badan jika ada kelebihan berat badan. Perempuan yang kelebihan berat badan pada saat hamil biasanya akan memiliki masalah selama kehamilan (dan akan lebih banyak masalah saat persalinan dan melahirkan).

Tingkatkan Nutrisi

Jika ingin hamil saatnya Anda benar-benar fokus pada apa yang dimakan! Sertakan berbagai macam makanan bergizi dalam diet Anda. Dan pastikan Anda mendapatkan cukup asam folat karena asal folat adalah suplemen wajib pada masa pra kehamilan. Tambahkan makanan yang mengandung asam folat seperti, bayam, kacang-kacangan, dan biji bunga matahari.

Olahraga Teratur

Jika ingin hamil saatnya mendapatkan sebuah rencana kebugaran. Bergabung dengan kelas kebugaran dan buatlah sepatu olahraga Anda berdebu. Atau coba berolahraga di rumah menggunakan DVD atau hal lain yang memicu minat Anda dan membuat Anda bergerak. Dan pastikan Anda olahraga secara teratur.

Tidur yang cukup

Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup setiap hari. Ini mungkin waktu yang baik untuk meninjau kembali kebiasaan tidur Anda. Para ahli menyarankan tidak menonton TV di kamar tidur dan tinggalkan laptop dan ponsel di luar kamar. Buatlah kamar tidur hanya untuk ‘melarikan diri’ bersama pasangan Anda.

Vaksinasi

Pastikan Anda mengetahui semua kebutuhan imunisasi Anda. Diskusikan dengan dokter jika Anda perlu mendapatkan vaksin flu atau vaksin H1N1.

Batasi Konsumsi Alkohol 

Para ahli masih berusaha untuk meneliti mempengaruhi alkohol pada kelahiran prematur. Namun American Academy of Pediatrics mengatakan dalam penelitiannya bahwa alkohol dapat menyebabkan pada keguguran. Tip: Jangan minum alkohol selama paruh kedua siklus menstruasi. Karena Anda sedang berovulasi selama paruh kedua dan kemungkinan hamil akan lebih besar.

Katakan Tidak Pada Obat Terlarang

Jangan menggunakan obat-obatan terlarang. Mereka dapat mendatangkan malapetaka pada dan yang pasti tidak baik untuk Bayi

Berhenti Merokok

Buang rokok Anda sebelum mencoba untuk hamil. Menurut Dr Judith Reichman, penulis buku of Slow Your Clock Down: The Complete Guide to a Healthy, Younger You, wanita yang merokok 60 persennya menjadi tidak subur. Belum lagi, merokok dapat berkontribusi pada penurunan jumlah sel telur.

Hindari Stres

Menurut American Pregnancy Association, stres bisa menyebabkan tertundanya proses menstruasi dan sehingga pelacakan proses pembuahan dan kehamilan menjadi sulit.

« Previous article

Related Articles