Tanya Jawab Seputar Bed Rest

Tidak ada orang yang mengetahui persisnya berapa banyak perempuan yang diharuskan dokter istirahat di tempat tidur selama hamil. Ini treatment yang umum dilakukan dalam menghadapi kasus perdarahan pada kehamilan semester pertama sampai kasus kelahiran prematur. Demikian diungkapkan Robert Atlas, MD, chief of ob-gyn pada Mercy Medical Center, Baltimore. Yang menarik, tidak ada bukti definitif bahwa bed rest dapat memperbaiki kondisi kehamilan. “Alasan utama mengapa bed rest diharuskan adalah tidak ada hal lain yang bisa dilakukan pada situasi berisiko tinggi tersebut,” tambah Robert. Dan para wanita akan mengikuti aturan bed rest karena mereka ingin melakukan apa saja untuk keselamatan bayi yang tengah dikandungnya.

Sekalipun Anda sedang menjalani bed rest, mungkin Anda tidak mengetahui jawaban dari beberapa pertanyaan tentang bed rest –seperti logika yang melatarbelakanginya, atau bagaimana rasanya seusai bed rest. Ambil bantal Anda, bersandar, dan baca hal berikut.

Mengapa para ibu dianjurkan bed rest?

Mencegah kelahiran prematur (kurang dari 37 minggu) adalah alasan utamanya, kata Dr. Atlas. Alasan lain adalah preeklamsia, perubahan leher rahim seperti incompetent cervic atau pengecilan serviks (ketika serviks mulai menipis dan meregang secara prematur); riwayat keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, diabetes dan komplikasi plasenta. Bed rest seperti apa yang Anda butuhkan, berapa lama, dan apa pantangannya, semuanya tergantung dari penilaian dan pendapat dokter. Tidak ada patokan resmi mengenai hal ini.

Prinsip yang di balik  pembatasan aktivitas tersebut, bahwa berbaring akan mengurangi tekanan pada rahim (kalau Anda mempunyai riwayat persalinan prematur atau masalah rahim) dan akan meningkatkan aliran nutrisi ke bayi. Menurut Dr. Atlas, hal ini terbentuk dari latar belakang logis berikut: “Beberapa studi mengatakan, wanita yang bekerja menggunakan kakinya selama 12 jam sehari mempunyai risiko lebih besar mengalami kelahiran prematur. Maka kita berpendapat bahwa melakukan hal sebaliknya adalah tindakan yang benar, yakni:  jika Anda mengistirahatkan kaki ketika kehamilan terlihat berisiko, kemungkinan akan kondisinya akan menjadi lebih aman.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan bed rest?

Secara sederhana, bed rest adalah mengistirahatkan kaki Anda sebanyak mungkin dengan mengurangi jadwal kerja, katakanlah tidak menyetir mobil. Atau Anda berbaring saja di tempat tidur dan hanya bangun untuk pergi ke kamar mandi. Sementara strict bed rest adalah Anda tidak boleh bangun dari tempat tidur untuk alasan apapun. Jadi hanya bisa mandi di tempat tidur dengan cara di-lap. Seandainya dokter khawatir dengan kondisi kehamilan Anda, dia akan menyuruh Anda untuk dirawat di rumah sakit.

Apakah bed rest yang terlalu lama bisa mengundang risiko?

Ya, bisa berpengaruh signifikan, khususnya kalau Anda melakukan strict bed rest. Berbaring tanpa banyak bergerak selama beberapa minggu akan mendatangkan risiko deep vein thrombosis (DVT). Ini  adalah suatu kondisi terjadinya pengumpalan darah  di lengan karena tersumbatnya sirkulasi darah. Bisa fatal bila aliran darah yang tersumbat itu mengalir ke paru-paru. Setengah dari kasus DVT ini tidak diketahui gejalanya. Tapi kalau Anda merasa sakit, berkeringat pada tangan, kaki dan lutut; hangat dan kemerahan di sekitar lengan, nyeri dada, sesak napas dan pusing, atau batuk berdarah, Anda harus menghubungi dokter secepatnya. Risiko umum lainnya: ”Bed rest juga bisa menyebabkan pertumbuhan otot terhenti (muscular atrophy) serta penurunan fungsi jantung dan pembuluh darah.  Dengan kata lain, Anda akan kehilangan kekuatan otot dan mengalami penurunan kesehatan dengan cepat,” kata Judith Maloni, PhD, R.N, profesor kebidanan pada universitas Case Western Reverse, Cleveland yang telah melakukan beberapa studi mengenai dampak fisik dan psikologi dari bed rest.

Ada beberapa cara menghindari beberapa efek samping tadi (cara ini juga berguna untuk merawat bayi Anda nanti). Jika dokter menyuruh Anda bed rest, tanyakan padanya apakah Anda bisa mendapatkan ahli terapi fisik khusus untuk kehamilan yang bisa datang ke rumah atau di rumah sakit (lihat artikel “Gerakan di Tempat Tidur”).

Apakah bed rest cukup membantu?

Pertanyaan yang bagus. Beberapa riset mengatakan, tidak. Tinjauan yang dilakukan The Cochrane Library menunjukkan tidak ada bukti yang cukup bahwa bed rest meningkatkan kondisi kehamilan. Riset lain mengatakan bed rest malah lebih banyak merugikan daripada  menguntungkan. Studi Dr. Maloni dan National Institute for Health menemukan bahwa bed rest menyebabkan kurangnya berat badan pada tahap akhir kehamilan. Padahal, saat itu kenaikan berat badan sangat penting bagi pertumbuhan janin. Di sisi lain, ada studi yang menyarankan bed rest bagus untuk memperpanjang kehamilan dalam keadaan yang cukup berbahaya agar kesehatan ibu bisa pulih, seperti pada kasus kelahiran prematur. Dengan berbagai masalah kesehatan yang mungkin dihadapi anak prematur, banyak dokter kandungan memilih tindakan yang aman dari pada menyesal nantinya.

« Previous article

Related Articles